






![]() | Hari ini | 27 |
![]() | Kemarin | 130 |
![]() | Minggu ini | 27 |
![]() | Minggu Kemarin | 940 |
![]() | Bulan ini | 2934 |
![]() | Bulan Kemarin | 4365 |
![]() | Semua | 110928 |
Your IP: 38.107.179.239
,
Now is: 2012-05-20 03:52

Dirjen Badilmiltun (tengah) memberi nasehat kepada warga PTUN Yogyakarta
didampingi Wakil Ketua Berta Sitohang, S.H. (kiri) dan Hakim: Rony Ery Saputra, S.H. (kanan)
Yogya (20/6/2011) Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara, Sonson Basar, S.H. berkunjung ke PTUN Yogyakarta pada hari Kamis tanggal 16 Juni 2011. Kunjungan tersebut tanpa ada pemberitahuan sebelumnya sehingga membuat para pejabat dan pegawai sempat kaget dan mengira-ngira apa yang akan dilakukan beliau. Namun semua mereda karena hanya merupakan kunjungan tidak resmi dari seorang Dirjen.
Dalam kunjungannya, Dirjen Badilmiltun mengadakan briefing yang dipandu oleh Wakil Ketua PTUN Yogyakarta Bertha Sitohang, S.H. Beliau menyampaikan bahwa kunjungan ke PTUN Ygyakarta untuk silaturahmi dan pamitan sehubungan dengan akan berakhirnya tugas beliau sebagai Dirjen.
Ditambahkan beliau bahwa dalam setiap kata pamitan perpisahan pasti ada dua kata yaitu ucapan terima kasih dan permohonan maaf, namun dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa intinya adalah bukan itu.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa walaupun latar belakang beliau adalah seorang militer namun dalam hatinya beliau adalah juga seorang warga peradilan tata usaha negara karena beliau pernah merasakan dan memilikinya. Sebagai bagian dari warga peradilan umumnya dan peradilan tata usaha negara pada khususnya dan bahkan sebagai seorang direktur beliau merasa bukan apa-apa, beliau tetap merasa sebagai orang biasa walaupun setiap kegiatan dinas selalu diberi fasilitas lebih, seperti hotel bintang lima penyambutan yang luar biasa dari para pejabat. Sehingga beliau merasa tidak ada perubahan ketika akan berhenti sebagai Dirjen. "Semua adalah milik Alloh SWT " lanjut beliau.
Bahkan sebelumnya beliau sudah mempersiapkan siapa calon penggantinya yang pas dari lingkungan PERATUN untuk memimpin Dirjen ini sehingga bisa mewujudkan Visi Mahakamah Agung yaitu "Terwujudnya Badan Peradilan yang Agung".
Disampaikan beliau bahwa inti dari kunjungan ini adalah bahwa sebagai seorang Direktur yang akan mengakhiri tugasnya beliau mempunyai tanggung jawab moral untuk memberi pesan yang hak (benar) seperti dalam Al-Qur'an Surat Al 'Asr ayat 1-3. Sebagai seorang pemimpin beliau belajar bagaimana agar tidak marah dalam memimpin karena marah adalah nafsu setan.

Dirjen Badilmiltun Sonson Basar, S.H. (tengah) berkenan foto bersama dengan seluruh pegawai PTUN Yogyakarta
Terakhir Diperbaharui (TUESDAY, 09 Agustus 2011 19:17)



















